Tampilkan postingan dengan label sejarah berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

91 PETER Menjadikan Rusia mengekor Barat

,
PETER Menjadikan Rusia mengekor BaratPeter dilahirkan tahun 1672 di Moskow, anak satu-satunya Tsar Alexis dengan istri keduanya Natalia Narishkina. Peter belum lagi mencapai umur empat tahun tatkala ayahnya meninggal dunia. Karena Alexis punya tiga belas anak dari istri pertamanya, taklah mengherankan jika terjadi pergulatan panjang bahkan keras untuk memperebutkan mahkota. Dalam suatu kejadian, si Peter muda diharuskan pergi meninggalkan negeri seumur hidup. Selama bertahun-tahun Sophia, saudara tiri Peter menjadi penguasa sementara karena Peter masih terlampau muda. Dan baru sesudah tahun 1689, ketika dia melepaskan kedudukan itu posisi Peter menjadi aman.
Rusia tahun 1689 merupakan negeri yang terbelakang, berabad tertinggal di belakang Eropa dalam hampir semua segi. Kota-kota jauh lebih sedikit ketimbang di Barat. Perbudakan merajalela, dan sesungguhnyalah, jumlah budak bertambah-

Jumat, 24 Februari 2012

Indahnya Kastil Kapas di Turki

,
Ada sebuah tempat wisata menarik di Turki yang disebut kastil kapas (cotton castle), atau dalam bahasa Turki "Pamukkale". Lokasinya di Provinsi Denizli, di lembah Sungai menderes, merupakan situs alam berisi air panas. Bentuknya menarik, berupa teras mineral karbonat.

Selasa, 21 Februari 2012

Perang-Perang di Indonesia

,

Permesta – Dalam sejarah TNI AU, pembumihangusan separatis PRRI/Permesta, (1958), menorehkan peperangan udara “spektakuler”. P-51 Mustang dan B-25 mencabik-cabik pertahanan PRRI/Permesta di Padang dan Manado. PRRI diembrioi dengan lahirnya Dewan Gajah dan Dewan Banteng, 20 dan 22 Desember 1955. Gerakan separatis ini disikapi Jakarta dengan membekukan Komando Daerah Militer Sumatera Tengah. Sikap Jakarta inilah yang dibalas “pemberontak” dengan mendirikan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), 15 Februari 1958.

Sejarah Kabupaten Karo Zaman Kemerdekaan

,
Kabar-kabar angin bahwa Belanda akan melancarkan agresi I militernya terhadap Negara Kesatuan Republik  Indonesia kian semakin santer, puncaknya, pagi tanggal 21 Juli 1947, Belanda melancarkan serangan ke seluruh sektor pertempuran Medan Area. Serangan ini mereka namakan “Polisionel Actie” yang sebenarnya suatu agresi militer terhadap Republik Indonesia yang usianya baru mendekati 2 tahun.
Pada waktu kejadian itu Wakil Presiden Muhammad Hatta berada di Pematang Siantar dalam rencana perjalanannya ke Banda Aceh. Di Pematang Siantar beliau mengadakan rapat dengan Gubernur Sumatera  Mr. T. Muhammad Hasan. Dilanjutkan pada tanggal 23 Juli 1947 di Tebing Tinggi. Pada arahannya dengan para pemimpin-pemimpin perjuangan,  wakil presiden memberikan semangat untuk terus bergelora melawan musuh dan memberi petunjuk dan arahan menghadapi agresi Belanda yang sudah dilancarkan 2 hari sebelumnya. Namun Wakil Presiden membatalkan perjalanan ke Aceh dan memutuskan kembali ke Bukit Tinggi, setalah mendengar jatuhnya Tebing Tinggi, pada tanggal 28 Juli  1947. Perjalanan Wakil Presiden

Jejak Sejarah Pertempuran 5 Hari 5 Malam

,
1 Januari 1947
DARI RS. Charitas terjadi rentetan tembakan disusul oleh ledakan-ledakan dahsyat kearah kedudukan pasukan kita yang bahu membahu dengan Tokoh masyarakat bergerak dari pos di Kebon Duku (24 Ilir Sekarang) mulai dari Jalan Jenderal Sudirman terus melaju kearah Borsumij, Bomyetty Sekanak, BPM, Talang Semut.
2 Januari 1947

Titik Pertempuran Pahlawan Seribu

,

Perang ada dan akhirnya dicatat sebagai sebuah peristiwa bersejarah oleh masyarakat. Dengan mata yang tidak berfungsi dengan normal dan jalan yang tertatih-tatih Pak Mahadi masih terkenang dengan kuat masa-masa ketika pertempuran seribu terjadi. Pak Mahadi, kelahiran 20 Februari 1917 yang sehari-hari akrab dipanggil Pak Oyot, mulai menuturkan kisahnya saat ia berusia sekitar 30 th. Saat itu, ia menjadi “komicho” yang dulunya merupakan sistem aparat desa bentukan Jepang atau setingkat RT saat ini.